TheDepokTimes – Semangat berbagi mewarnai rangkaian peringatan Milad ke-51 Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok melalui kegiatan Gebyar Muharram dan Santunan Anak Yatim yang digelar di Gedung Dakwah MUI Kota Depok, Jalan Nusantara, Pancoran Mas, Sabtu (11/7/2026).
Wali Kota Depok, Supian Suri, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya kepada MUI Kota Depok bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Depok karena terus menghadirkan program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya anak-anak yatim.
Ia menilai, peringatan Milad MUI yang akan diperingati pada 26 Juli 2026 diisi dengan kegiatan sosial yang mencerminkan semangat kebersamaan, kepedulian, dan nilai-nilai keislaman.
“Terima kasih kepada MUI dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Depok yang selalu menjadi mitra pemerintah dalam pembinaan umat. Termasuk acara hari ini yang memberikan perhatian kepada anak-anak yatim. Kami mengapresiasi karena peringatan milad diisi dengan semangat berbagi,” ujar Supian Suri.
Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 51 anak yatim menerima santunan sebagai bagian dari rangkaian Gebyar Muharram.
Menurut Supian Suri, perhatian kepada anak yatim tidak hanya diwujudkan dalam bentuk bantuan materi, tetapi juga melalui kasih sayang, kepedulian, serta dukungan agar mereka memiliki masa depan yang lebih baik.
“Selamat ulang tahun sekali lagi. Mudah-mudahan MUI Kota Depok selalu menjadi bagian yang menghadirkan kemanfaatan bagi masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Komisi Dakwah MUI Kota Depok, KH Fakhruddin, mengatakan kegiatan Gebyar Muharram menjadi momentum untuk mengajak seluruh elemen masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap anak-anak yatim di Kota Depok.
Menurutnya, masih banyak anak yatim yang membutuhkan perhatian, baik dalam aspek ekonomi, pendidikan, maupun kebutuhan hidup lainnya.
Karena itu, dukungan dari pemerintah, lembaga, dan masyarakat sangat dibutuhkan.
“Melalui Gebyar Muharram dan Santunan Anak Yatim, kami mengajak semua pihak untuk peduli karena di Depok anak yang berstatus yatim masih ada. Mereka memerlukan perhatian, tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga dari seluruh masyarakat, terutama dalam bidang ekonomi, pendidikan, dan kebutuhan lainnya,” ujarnya.
Didampingi Ketua Bidang Komisi Dakwah MUI Kota Depok, KH Bahrudin Toyib, ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu program sosial yang rutin dijalankan Komisi Dakwah MUI Kota Depok.
Pihaknya berharap sinergi antara MUI, Pemerintah Kota Depok, Baznas, serta berbagai pihak lainnya terus diperkuat agar manfaat program sosial dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini terus diselenggarakan dan semakin baik setiap tahunnya. Masih banyak program yang kami jalankan, di antaranya pembinaan mualaf berdasarkan basis data MUI Kota Depok,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua MUI Kota Depok, KH Syihabuddin Ahmad, mengingatkan pentingnya memberikan perhatian kepada anak yatim sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW.
Ia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang menggambarkan kedekatan Rasulullah dengan anak yatim layaknya jari telunjuk dan jari tengah yang berdampingan.
“Rasul mengajarkan bagaimana keutamaan anak yatim dan kedekatannya dengan beliau. Dari situ kita belajar betapa besar kepedulian Nabi kepada anak yatim. Karena itu, kita juga harus peduli kepada anak-anak yatim yang masih membutuhkan perhatian,” pungkasnya.
