TheDepokTimes – Kesempatan masyarakat Kota Depok untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi kini diperkuat melalui kehadiran Depok College Access (DCA).
Program yang diluncurkan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok tersebut menjadi pusat layanan informasi sekaligus fasilitasi bagi warga yang membutuhkan akses beasiswa dan berbagai alternatif pembiayaan kuliah.
Layanan terpadu ini ditempatkan di lantai 1 Mall Pelayanan Publik (MPP) Kota Depok.
Melalui DCA, masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai berbagai peluang pendidikan tinggi yang tersedia, mulai dari program pemerintah, perguruan tinggi, hingga lembaga lain yang menyediakan bantuan pendidikan.
Wali Kota Depok, Supian Suri, mengatakan Pemkot Depok sebelumnya telah menjalankan program beasiswa yang menyasar masyarakat dari keluarga kurang mampu.
Namun, kondisi di lapangan menunjukkan masih terdapat kelompok masyarakat yang tidak masuk dalam kategori penerima bantuan, tetapi tetap menghadapi kendala dalam memenuhi biaya pendidikan tinggi.
“Selama ini kita fokus pada warga tidak mampu. Tapi ternyata banyak juga yang secara ekonomi dianggap mampu, namun tetap kesulitan membiayai kuliah. Di sinilah DCA hadir untuk menjembatani,” ujarnya, Selasa (4/8/2026).
Kehadiran DCA sekaligus menjadi wadah bagi Pemkot Depok untuk memperluas kemitraan dengan perguruan tinggi.
Saat ini, lebih dari 25 kampus tercatat telah bergabung dalam program tersebut dan jumlah mitra masih terbuka untuk terus bertambah.
Pada momentum peluncuran DCA, tiga perguruan tinggi turut menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Pemkot Depok.
Ketiganya yakni Universitas Budi Luhur, Universitas Trilogi, dan Institut Teknologi Swadharma.
Melalui kerja sama tersebut, warga Depok mendapatkan akses terhadap lebih banyak alternatif bantuan pendidikan.
Program yang ditawarkan mencakup beasiswa dari perguruan tinggi, pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga lembaga sosial.
Supian menjelaskan, DCA tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyampaian informasi.
Layanan tersebut diharapkan menjadi pusat rujukan bagi masyarakat untuk mengetahui pilihan pendidikan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing calon mahasiswa.
“DCA ini menjadi tempat bagi warga untuk mengetahui peluang mana yang bisa diambil. Semua informasi kita pusatkan di sini, sehingga lebih mudah diakses,” jelasnya.
Pemkot Depok juga memperhatikan aspek aksesibilitas bagi calon mahasiswa yang memilih perguruan tinggi mitra.
Sejumlah kampus yang terlibat dalam program tersebut memiliki dukungan jaringan transportasi publik sehingga mobilitas mahasiswa diharapkan dapat dilakukan dengan lebih efisien.
Menurut Supian, kemudahan transportasi menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan karena biaya perjalanan menuju kampus juga dapat menjadi beban tambahan bagi mahasiswa dan keluarga.
“Kita pastikan aksesnya mudah. Jadi tidak ada alasan lagi terkendala biaya transportasi untuk kuliah,” tambahnya.
Pemkot Depok berencana memperluas jaringan kerja sama dengan perguruan tinggi lainnya.
Kampus yang memiliki program beasiswa maupun skema pembiayaan pendidikan dapat turut bergabung sehingga pilihan yang tersedia bagi masyarakat semakin beragam.
Dengan semakin banyaknya perguruan tinggi yang terlibat, Pemkot Depok berharap peluang lulusan SMA dan SMK untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi juga semakin terbuka.
DCA diharapkan mampu menjadi penghubung antara calon mahasiswa dengan berbagai informasi pendidikan yang selama ini belum mudah ditemukan dalam satu layanan.
Supian mengajak para lulusan sekolah menengah serta masyarakat Depok yang memiliki keinginan melanjutkan pendidikan untuk memanfaatkan keberadaan DCA.
Warga dapat mendatangi layanan tersebut untuk mencari informasi mengenai pilihan kampus, beasiswa, maupun skema pembiayaan yang tersedia.
“Saya mengajak warga Depok yang ingin melanjutkan kuliah untuk aktif mencari informasi melalui DCA. Ini adalah ikhtiar kita bersama agar semakin banyak anak-anak Depok yang bisa kuliah dan meraih masa depan yang lebih baik,” tutupnya.
