TheDepokTimes – Pemulihan warga terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat dukungan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar).
Bantuan diarahkan ke sejumlah wilayah yang dinilai masih membutuhkan dukungan untuk memperbaiki kondisi pascabencana.
Sebelum bantuan disalurkan, Wali Kota Depok Supian Suri bersama Gubernur Jabar Dedi Mulyadi turun langsung meninjau beberapa titik terdampak gempa di NTT.
Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi masyarakat sekaligus mengetahui kebutuhan warga yang belum sepenuhnya tertangani.
Supian mengatakan, bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian Pemkot Depok bersama masyarakat terhadap warga NTT yang terdampak bencana.
Ia juga mengapresiasi kontribusi masyarakat serta aparatur sipil negara (ASN) Kota Depok yang menyalurkan bantuan melalui Palang Merah Indonesia (PMI).
“Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kota Depok, ASN Kota Depok melalui PMI yang telah berkontribusi mengalokasikan anggaran buat saudara-saudara kita di NTT,” ujar Supian Suri, Senin (24/8/2026).
Menurut Supian, lokasi yang ditinjau bersama Gubernur Jawa Barat tidak ditentukan berdasarkan pilihan tertentu.
Peninjauan justru dilakukan dengan melihat secara langsung kawasan yang dinilai belum mendapatkan dukungan secara optimal.
“Kita memang memetakan mana-mana daerah yang belum tersentuh atau belum dapat banyak perhatian, baik dari pusat, provinsi, maupun masyarakat secara umum,” katanya.
Dari hasil pemantauan di lapangan, kerusakan rumah menjadi salah satu persoalan utama yang dihadapi masyarakat.
Tingkat kerusakan yang ditemukan beragam, mulai dari ringan hingga berat.
Supian menjelaskan, terdapat rumah warga yang mengalami kerusakan parah bahkan roboh seluruhnya.
Sementara sejumlah bangunan lainnya mengalami kerusakan sedang sehingga membutuhkan renovasi sebelum dapat kembali ditempati.
“Rata-rata permasalahan yang kita lihat di sana rumah tinggal yang rusak berat, ambruk, artinya roboh semuanya. Yang rusak sedang itu banyak, ada bagian yang hancur sehingga enggak bisa ditinggali lagi, tetapi harus ada renovasi, dan yang rusak ringan,” jelasnya.
Kondisi tersebut kemudian menjadi dasar bagi Pemkot Depok dan Pemprov Jabar untuk memberikan dukungan anggaran bagi perbaikan rumah masyarakat yang terdampak gempa.
Bantuan tidak hanya diarahkan untuk rumah tinggal.
Sejumlah rumah ibadah yang mengalami dampak bencana juga menjadi bagian dari sasaran bantuan pemerintah.
“Alokasi dana dari Pemerintah Kota digabungkan juga dengan Pemerintah Provinsi, kita alokasikan untuk perbaikan rumah, baik rumah tinggal, ada juga rumah ibadah yang dialokasikan di sana,” tuturnya.
Supian berharap bantuan yang diberikan dapat membantu mengurangi beban masyarakat yang terdampak gempa.
Selain itu, dukungan tersebut diharapkan turut mempercepat pemulihan, khususnya bagi warga yang tempat tinggalnya mengalami kerusakan dan masih membutuhkan penanganan.
