TheDepokTimes – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terus memperkuat layanan dasar masyarakat melalui program Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang kini tidak hanya berfokus pada kesehatan, tetapi juga menyasar pendidikan hingga lingkungan warga.
Program tersebut ditandai dengan peresmian Posyandu 6 SPM di Posyandu Seruni RW 03, Kelurahan Pangkalan Jati Baru, Kecamatan Cinere, Selasa (12/5/2026), yang dilakukan langsung oleh Wali Kota Depok, Supian Suri.
Dalam sambutannya, Supian Suri menegaskan bahwa program Posyandu 6 SPM bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam membahagiakan masyarakat.
“Jangan dianggap ini seremonial. Substansinya hadirnya pemerintah punya tanggung jawab membahagiakan warganya,” ujarnya.
Menurutnya, seluruh unsur pemerintahan memiliki tanggung jawab bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mulai dari lurah, camat, kepala perangkat daerah, hingga pengurus RT dan RW.
“Hadirnya pemerintah harus membahagiakan warganya. Ada Pak Lurah, Pak Camat, para kepala perangkat daerah, termasuk RT dan RW yang mendapat amanah membantu pemerintah membahagiakan warga,” katanya.
Supian menilai kesehatan menjadi indikator utama kebahagiaan masyarakat sehingga Posyandu memiliki peran penting dalam memantau kondisi warga sejak sebelum kelahiran hingga usia lanjut.
“Kalau tidak sehat, tidak bahagia. Makanya Posyandu hadir untuk mengawal warga mulai dari sebelum mengandung, masa kehamilan, sampai anak lahir dan tumbuh,” tuturnya.
Ia menjelaskan, pemantauan kesehatan dilakukan sejak calon ibu memasuki usia pernikahan, masa kehamilan, hingga anak lahir dan berkembang menjadi balita.
Pemerintah, lanjutnya, terus mendorong pemeriksaan kesehatan ibu hamil, pemenuhan imunisasi, serta pemantauan gizi anak agar kondisi kesehatan masyarakat dapat dikontrol sejak dini.
“Anak-anak kita harus termonitor kesehatannya sejak dalam kandungan. Bahkan sebelum menikah pun pemerintah sudah melakukan edukasi dan pembinaan,” ungkapnya.
Supian mengatakan Posyandu kini berkembang menjadi Posyandu 6 SPM yang mencakup berbagai aspek pelayanan dasar masyarakat secara lebih menyeluruh.
“Dulu Posyandu fokus pada kesehatan. Sekarang ada enam SPM sebagai penyempurnaan agar pelayanan masyarakat lebih menyeluruh,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah ingin memastikan masyarakat tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki pendidikan yang baik, kondisi ekonomi layak, lingkungan sehat, serta kehidupan sosial dan spiritual yang berkualitas.
“Biar bahagia, badannya harus sehat, otaknya harus pintar, dan kantongnya harus tebal,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Supian juga meminta seluruh camat dan lurah mendukung penuh implementasi program Posyandu 6 SPM di wilayah masing-masing.
“Saya tidak mau dengar ada camat atau lurah yang keberatan dengan pencanangan 6 SPM ini. Karena yang utama bukan seremonialnya, tapi bagaimana masyarakat benar-benar terkontrol kesehatannya, pendidikannya, sampai kondisi lingkungannya,” tegasnya.
Menurutnya, pengawasan lingkungan seperti rumah tidak layak huni dan saluran air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk juga harus menjadi perhatian dalam program tersebut.
Ia berharap Posyandu 6 SPM dapat memperkuat langkah preventif untuk menekan risiko penyakit dan mengurangi beban biaya pengobatan masyarakat.
“Kalau sudah masuk rumah sakit biayanya besar. Maka lebih baik pencegahan diperkuat supaya kondisi kesehatan warga bisa lebih awal terdeteksi dan diupayakan pengobatannya,” ujarnya.
Supian menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program tersebut.
“Ini bagian dari ikhtiar kita bersama untuk mewujudkan generasi hebat di masa depan dan lansia-lansia tangguh,” tandasnya.
