TheDepokTimes – Kunjungan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti ke sejumlah sekolah di Kota Depok menjadi momentum penguatan pendidikan berbasis lingkungan sehat dan pemanfaatan teknologi secara bijak.
Dalam agenda tersebut, Abdul Mu’ti meninjau langsung kegiatan belajar mengajar di SMPN 2 Depok dan SDN 08 Depok Baru.
Dari hasil peninjauan, Abdul Mu’ti menilai kedua sekolah tersebut telah menunjukkan lingkungan pendidikan yang bersih, nyaman, dan mendukung proses belajar siswa.
Menurutnya, kondisi ini mencerminkan implementasi kebijakan pemerintah terkait budaya lingkungan sekolah yang sehat dan asri.
“Ini menunjukkan lingkungan sekolah yang bersih, segar, dan sejuk. Saya kira ini contoh bagaimana sekolah sudah mulai menerapkan kebijakan Pak Presiden tentang budaya ASRI, yaitu membangun lingkungan yang aman, sehat, resik, dan indah,” ujar Abdul Mu’ti kepada wartawan Senin (30/3/2026).
Dalam kunjungan tersebut, pihaknya juga menyosialisasikan kebijakan terkait penggunaan gawai di lingkungan sekolah melalui pendekatan pengaturan waktu penggunaan atau screen time serta zona penggunaan atau screen zone.
Hal ini dinilai penting mengingat tingginya tingkat penggunaan internet di Indonesia, khususnya di kalangan pelajar.
“Kita menyampaikan bagaimana penggunaan gawai yang bermanfaat dan pembatasannya dengan memperhatikan screen time. Ini yang paling penting. Kita harus memastikan teknologi digunakan untuk hal-hal positif yang mendukung pembelajaran dan penguatan karakter,” kata Abdul Mu’ti.
Abdul Mu’ti mengungkapkan, berdasarkan sejumlah penelitian, rata-rata penggunaan internet di Indonesia mencapai lebih dari 7 jam per hari.
Kondisi ini dinilai berisiko apabila tidak diimbangi dengan pengawasan, karena dapat membuka peluang anak terpapar konten negatif seperti judi online maupun tindak kriminal di ruang digital.
“Banyak anak kita yang tanpa sadar terjerat judi online atau kriminalitas melalui media sosial. Karena itu kita mendorong budaya hidup sehat, baik secara fisik, intelektual, moral, maupun sosial,” tambah Abdul Mu’ti.
Selain itu, Abdul Mu’ti juga menyoroti pentingnya edukasi pengelolaan sampah di lingkungan sekolah melalui konsep 4R, yakni reduce, reuse, recycle, dan reproduce.
Abdul Mu’ti mencontohkan praktik pengolahan sampah organik menjadi produk bernilai guna seperti eco enzyme yang telah diterapkan di salah satu sekolah yang dikunjungi.
“Kita mendorong sekolah memanfaatkan teknologi untuk pengolahan sampah. Dari reduce, reuse, recycle, hingga reproduce. Banyak yang kita anggap sampah ternyata bisa diproduksi kembali menjadi barang yang berguna,” jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Depok Supian Suri menyampaikan apresiasi atas kunjungan Mendikdasmen yang dinilai memberikan motivasi bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Pak Menteri yang telah memotivasi kita untuk terus bersinergi mewujudkan Indonesia Emas 2045. Termasuk program ASRI Pak Presiden yang sudah kita terapkan di seluruh sekolah di Kota Depok,” ujar Supian Suri.
Supian Suri menambahkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok juga telah menjalankan program pendukung melalui tim Maung ASRI yang secara rutin melakukan pemantauan ke sekolah-sekolah guna memastikan implementasi lingkungan bersih dan sehat berjalan optimal.
“Maung ASRI ini berkeliling Pak Menteri ke sekolah setiap hari untuk memonitor hal-hal yang mewujudkan apa yang menjadi harapan ASRI itu sendiri,” tandas Supian Suri.
