Festival Heritage Depok Lama Perdana Digelar, Supian Suri Ajak Warga Jaga Warisan Sejarah

Home » Festival Heritage Depok Lama Perdana Digelar, Supian Suri Ajak Warga Jaga Warisan Sejarah
Festival Heritage Depok Lama Perdana Digelar, Supian Suri Ajak Warga Jaga Warisan Sejarah

TheDepokTimes – Wali Kota Depok, Supian Suri, resmi membuka Festival Heritage Depok Lama yang digelar untuk memperingati 312 tahun sejarah Kaoem Depok di kawasan Jalan Pemuda, Kecamatan Pancoran Mas, Sabtu (27/6/2026).

Festival yang berlangsung hingga Minggu (28/6/2026) itu menjadi momentum pelestarian warisan sejarah dan budaya melalui konsep pesta rakyat bernuansa era kolonial Belanda.

Beragam atraksi budaya, kuliner khas, hingga instalasi sejarah disuguhkan kepada masyarakat yang memadati kawasan Depok Lama.

Kegiatan tersebut menjadi penyelenggaraan perdana Festival Heritage Depok Lama sekaligus upaya mengenalkan kembali jejak sejarah Kaoem Depok kepada generasi muda.

Supian Suri mengaku bangga dengan terselenggaranya festival tersebut karena dinilai menjadi langkah nyata dalam menjaga dan mewariskan kekayaan sejarah serta budaya yang dimiliki Kota Depok.

“Kita punya tanggung jawab mewariskan heritage yang kita miliki, kekayaan budaya yang kita miliki, salah satunya adalah di kawasan Depok Lama. Ini yang pertama, jadi ini satu kebahagiaan buat saya,” kata Supian.

Menurutnya, Festival Heritage Depok Lama tidak hanya menjadi ajang memperingati sejarah, tetapi juga mempererat kebersamaan dan memperkuat nilai toleransi di tengah masyarakat.

“Mungkin teman-teman media juga bisa merasakan, bagaimana suasana kebersamaan yang terbangun, dan bagaimana suasana yang memang juga dihadirkan oleh teman-teman YLCC (Yayasan Lembaga Cornelis Chastelin),” ujarnya.

Supian turut mengapresiasi konsep festival yang menghadirkan perpaduan antara pertunjukan budaya, sajian kuliner, hingga mini studio yang mengangkat perjalanan sejarah Depok pada masa kolonial Belanda.

“Mudah-mudahan ini menjadi potensi kebaikan buat Kota Depok, apakah itu kebaikan mempererat silaturahim kebersamaan, juga kebaikan orang-orang lain akan bisa banyak datang ke sini dengan apa yang kita miliki hari ini,” tuturnya.

Ia berharap kawasan Depok Lama ke depan dapat berkembang menjadi destinasi wisata sejarah yang memiliki daya tarik tersendiri seperti kawasan kota tua di sejumlah daerah, termasuk Malioboro di Yogyakarta.

Meski demikian, Supian menegaskan bahwa tujuan utama pengembangan kawasan heritage tersebut bukan semata mengejar potensi wisata, melainkan memastikan nilai sejarah tetap terjaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Semangatnya ke sana, tetapi memang sekali lagi, semangat awalnya lebih kepada bagaimana kita mewariskan sejarah ini. Bukan pada orientasi pragmatis hari itu,” jelasnya.

“Kalau itu menjadi bagian yang kebaikan dengan lahirnya kita mewujudkan merawat heritage, itu menjadi bagian nilai tambah buat saya,” imbuh Supian.

Ia juga mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak, termasuk YLCC dan TP3D, yang selama ini ikut menjaga berbagai aset bersejarah di kawasan Depok Lama.

“Jadi sekali lagi, mudah-mudahan kolaborasi yang terbangun tadi, banyak hal yang sudah diwujudkan nih melalui YLCC, melalui TP3D, termasuk mungkin nih, pohon nih, pohon sejarah kita rawat,” katanya.

Selain bangunan bersejarah, Supian menilai pepohonan tua di kawasan Depok Lama juga merupakan bagian penting dari perjalanan sejarah sehingga perlu dirawat dan dilestarikan.

“Nanti saya minta tolong dirawat kembali biar nanti kembali subur lagi karena ini perjalanan yang enggak lepas dari sejarah ini. Jadi termasuk infrastruktur kita akan lakukan upaya perbaikan,” ujarnya.

Pemerintah Kota Depok, lanjutnya, telah memulai penataan infrastruktur kawasan tersebut, termasuk pembangunan pedestrian sebagai bagian dari revitalisasi kawasan heritage.

“Tahun ini kita perbaiki pedestrian, udah mulai ya, pedestrian udah kita mulai. Termasuk tadi, kalau dimungkinkan kita punya alokasi anggaran yang cukup, kita juga bisa memiliki, atas nama publik, kawasan-kawasan heritage, apakah bangunan, gedung, karena kalau gereja, sekolah, itu kita aman,” katanya.

Supian mengakui tantangan terbesar saat ini adalah sejumlah bangunan bersejarah masih berstatus milik pribadi atau merupakan aset warisan keluarga.

“Kita berharap sih ke depan kita bisa mengambil dalam arti ini menjadi milik publik ya. Kita bisa beli, kita bisa bangun titik-titik yang lain, termasuk juga potensi-potensi yang memang enggak lepas dari sejarah hadirnya Kaoem Depok,” ungkapnya.

Sebagai informasi, Kaoem Depok merupakan komunitas keturunan para mantan budak yang dibebaskan oleh pejabat VOC, Cornelis Chastelein, pada akhir abad ke-17.

Mereka kemudian menjadi cikal bakal masyarakat Depok Lama yang menetap di kawasan Jalan Pemuda, Jalan Kartini, hingga Jalan Siliwangi dan menjadi bagian penting dalam sejarah lahirnya Kota Depok.