Kapolri Pimpin Rakernis Brimob 2026, Tekankan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Global

Home » Kapolri Pimpin Rakernis Brimob 2026, Tekankan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Global
Kapolri Pimpin Rakernis Brimob 2026, Tekankan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Global

TheDepokTimes – Ribuan personel Korps Brimob Polri mengikuti apel pengarahan yang menjadi bagian dari rangkaian Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Korps Brimob Polri Tahun 2026 di Lapangan Mako Korbrimob Polri, Kelapa Dua, Kota Depok, Selasa (21/4/2026).

Dalam hal ini ditekankan pada kesiapsiagaan menghadapi dinamika global yang berpotensi memengaruhi keamanan nasional.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang memberikan arahan strategis kepada sekitar 7.000 personel Brimob.

Dalam kesempatan itu, Kapolri menegaskan pentingnya kesiapan seluruh anggota dalam menghadapi berbagai potensi ancaman, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

“Saya sangat senang bisa bertatap muka langsung dengan seluruh anggota pasukan elite kebanggaan kita. Ini menunjukkan bahwa rekan-rekan selalu siap melaksanakan tugas untuk menjaga amanah dan institusi,” kata Kapolri dalam arahannya.

Kapolri juga menyoroti perkembangan situasi global yang dinilai memiliki potensi eskalasi dan berdampak signifikan terhadap kondisi dalam negeri.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah konflik di Timur Tengah yang melibatkan sejumlah negara besar.

“Kita harus terus mengikuti dan mewaspadai dampak dari konflik antara Israel melawan Iran, yang berkembang ke negara-negara lain dan berpotensi meluas. Ini menimbulkan eskalasi global yang meningkat dan bisa menjadi ancaman apabila tidak segera didamaikan,” jelas Kapolri.

Menurutnya, konflik tersebut tidak hanya berdampak pada aspek geopolitik, tetapi juga memengaruhi sektor energi dunia.

Jalur distribusi strategis seperti Selat Hormuz menjadi titik krusial yang berpotensi terganggu.

“Sekitar 20 persen distribusi energi dunia melewati Selat Hormuz. Jika terus terganggu, harga minyak dunia bisa meningkat signifikan, bahkan berpotensi mencapai 200 dolar AS per barel,” ungkap Kapolri.

Kapolri menilai lonjakan harga energi global dapat berdampak langsung pada kondisi sosial ekonomi dalam negeri dan berpotensi memicu gangguan keamanan.

Oleh karena itu, kesiapan aparat keamanan, khususnya Brimob, menjadi hal yang sangat penting.

“Kita semua harus selalu siap, waspada, dan terus melatih diri menghadapi berbagai dinamika yang mungkin terjadi. Evaluasi, simulasi, latihan, serta kekompakan di lapangan menjadi kunci keberhasilan dalam menjalankan tugas,” tegas Kapolri.

Selain aspek keamanan, Kapolri juga menekankan pentingnya peran Brimob dalam operasi kemanusiaan serta kehadiran di tengah masyarakat.

Hal ini dinilai penting untuk memberikan rasa aman sekaligus membantu masyarakat dalam menghadapi berbagai situasi darurat.

“Brimob harus menunjukkan bahwa kehadirannya benar-benar dirasakan masyarakat, terutama dalam membantu menghadapi berbagai kesulitan, termasuk bencana alam dan operasi kemanusiaan,” ujarnya.

Dalam arahannya, Kapolri turut menyampaikan penghormatan kepada anggota Polri yang gugur dalam menjalankan tugas sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Kita menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada prajurit terbaik yang telah gugur demi menjaga bangsa dan negara. Kita percaya, dengan soliditas dan kekompakan, Brimob mampu menghadapi tantangan apa pun,” kata Kapolri.

Sementara itu, Dankor Brimob Polri Komjen Pol Ramdani Hidayat menyatakan kesiapan jajarannya untuk menindaklanjuti arahan Kapolri dengan memperkuat seluruh aspek kesiapan.

“Intinya Korbrimob Polri terus siap, baik personel, sarana-prasarana, maupun seluruh sumber daya untuk mengantisipasi berbagai kejadian yang berdampak pada negara kita,” ujar Ramdani.

Ia juga menyoroti bahwa dampak konflik global tidak hanya dirasakan pada sektor energi, tetapi juga berpotensi memengaruhi stabilitas kebutuhan pokok masyarakat yang dapat menimbulkan persoalan sosial.

“Bukan hanya soal naik turunnya harga, tetapi dampaknya akan membutuhkan kehadiran personel Polri dalam menangani berbagai permasalahan di masyarakat,” kata Ramdani.

Lebih lanjut, Ramdani menegaskan bahwa evaluasi dan pembenahan akan terus dilakukan sebagai bagian dari peningkatan kualitas organisasi, termasuk melalui modernisasi peralatan dan penguatan sistem pelatihan.

“Setiap kegiatan pasti kita evaluasi. Dari evaluasi itu kita perbaiki dan benahi, termasuk penguatan dan modernisasi peralatan serta sistem pelatihan,” tutur Ramdani.