Supian Suri Fokus Bangun Pendidikan Depok Lewat Guru Lekar hingga RKAI

Home » Supian Suri Fokus Bangun Pendidikan Depok Lewat Guru Lekar hingga RKAI
Supian Suri Fokus Bangun Pendidikan Depok Lewat Guru Lekar hingga RKAI

TheDepokTimes – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terus mengintensifkan penguatan sektor pendidikan melalui berbagai program strategis guna mencetak generasi unggul dan berdaya saing di masa depan.

Langkah ini menjadi prioritas utama di tengah masih adanya kesenjangan akses pendidikan yang dirasakan sebagian masyarakat.

Wali Kota Depok Supian Suri menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia di daerahnya.

“Kita punya tanggung jawab besar bagaimana mewariskan generasi yang kuat dan hebat. Salah satu ikhtiarnya adalah melalui pendidikan,” tutur Supian Suri, Senin (13/4/2026).

Ia menyampaikan, pemerintah daerah harus hadir untuk menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, terutama dalam hal akses dan biaya pendidikan yang masih menjadi kendala bagi sebagian warga.

Menurutnya, realitas di lapangan menunjukkan masih adanya ketimpangan biaya pendidikan, mulai dari jenjang PAUD, TK, hingga sekolah dasar dan menengah pertama.

“Masuk TK di Depok ini bisa mahal, SD juga ada yang biayanya sampai puluhan juta. Sementara di sisi lain masih banyak orang yang, mohon maaf, bingung masuk sekolah buat anaknya sebiayanya dari mana, bingung seragamnya, belum lagi ada acara,” ungkapnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemkot Depok menghadirkan sejumlah program unggulan yang menyasar berbagai kelompok masyarakat, khususnya anak-anak dari keluarga kurang mampu serta penyandang disabilitas.

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah Guru Lekar. Program ini difokuskan untuk meningkatkan kemampuan literasi Al-Qur’an bagi siswa, khususnya di sekolah dasar negeri, sebagai bagian dari penguatan karakter sejak usia dini.

Selain itu, Pemkot Depok juga mengembangkan Rumah Kreatif Anak Istimewa (RKAI) yang diperuntukkan bagi anak-anak disabilitas.

Program ini bertujuan memberikan pembinaan keterampilan serta mendorong kemandirian mereka agar dapat berdaya di tengah masyarakat.

Tidak hanya itu, program Rumah Singgah Sekolah Gratis (RSSG) juga dihadirkan sebagai solusi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat mengenyam pendidikan secara layak tanpa terkendala biaya.

Supian Suri menegaskan bahwa program-program tersebut merupakan bentuk intervensi nyata pemerintah dalam menciptakan sistem pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.

Ia juga menyoroti pentingnya kebijakan yang mampu meringankan beban orang tua siswa, salah satunya melalui pelarangan kegiatan studi tour yang dinilai seringkali menambah beban biaya pendidikan.

“Alhamdulillah ada kebijakan Pak Gubernur (Dedi Mulyadi), melarang studi tour,” jelasnya.

Menurutnya, kebijakan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memastikan bahwa pendidikan tidak menjadi beban tambahan bagi masyarakat, melainkan menjadi hak yang dapat diakses secara merata.

Pemkot Depok menilai, penguatan pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik semata, tetapi juga mencakup pengembangan karakter, keterampilan, serta akses yang adil bagi seluruh lapisan masyarakat.

Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih baik, sekaligus menjadi pondasi dalam mewujudkan generasi masa depan yang tangguh dan kompetitif.

“Ini upaya-upaya yang terus kita lakukan untuk perbaikan pendidikan kita.” tutupnya.