TheDepokTimes – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mendorong keterbukaan pelaku usaha dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 guna menghasilkan data yang akurat dan mendukung kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.
Wali Kota Depok Supian Suri menegaskan, partisipasi aktif pelaku usaha menjadi kunci keberhasilan pendataan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
“Kami mengimbau kepada seluruh warga Depok, khususnya para pelaku usaha, untuk membuka diri, membangun komunikasi, serta menyampaikan data dan informasi terkait usahanya masing-masing. Ini untuk kebaikan bersama, termasuk kebaikan para pelaku usaha,” kata Supian Suri dikutip Minggu (5/4/2026).
Ia menjelaskan bahwa sensus ini bertujuan untuk memetakan seluruh aktivitas usaha, mulai dari skala besar hingga usaha rumah tangga.
“Kita ingin mendata seberapa besar jumlah pelaku usaha yang ada di Kota Depok, dari usaha besar sampai usaha rumah tangga. Ini tentunya dengan dukungan semua pihak, baik RT-RW maupun para pelaku usaha,” jelas Supian Suri.
Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati menekankan pentingnya keterbukaan data dari pelaku usaha dalam mendukung validitas hasil sensus.
“Wah itu sangat penting. Bayangkan target 8 persen itu akan kita dapat dari semua data pelaku usaha. Kalau mereka tidak terbuka, maka data yang kita peroleh juga tidak akan clear,” tutur Margaretha.
Ia memastikan bahwa seluruh data yang diberikan akan dijaga kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik.
“Data itu kami jamin kerahasiaannya. Tidak terhubung dengan apa pun. Ini murni untuk kebutuhan statistik,” tegas Margaretha.
Margaretha juga menyoroti besarnya potensi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk sektor informal dan digital yang terus berkembang di Kota Depok.
“UMKM informal saat ini sudah banyak, khususnya di Kota Depok, termasuk yang bergerak di dunia digital,” kata Margaretha.
Menurutnya, Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum penting untuk memetakan struktur ekonomi secara menyeluruh, baik di tingkat nasional hingga daerah.
“Ini merupakan hajat nasional, di mana kita akan mendapatkan struktur ekonomi secara nasional, provinsi, hingga kabupaten/kota. Termasuk nanti struktur ekonomi Kota Depok akan terlihat,” jelas Margaretha.
Ia menambahkan, Provinsi Jawa Barat menargetkan pendataan jutaan pelaku usaha, termasuk yang berada di Depok yang memiliki potensi ekonomi cukup besar.
“Kota Depok punya potensi besar, seperti sektor transportasi yang tumbuh cukup kuat, serta sektor makan minum seperti kafe yang juga berkembang pesat,” ungkap Margaretha.
Dengan data yang akurat dari sensus ini, pemerintah diharapkan mampu merumuskan kebijakan yang lebih tepat serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di masa mendatang.
“Kita akan lihat hasil sensus ini seperti apa situasinya, sehingga peluang ke depan bisa dimaksimalkan dan target pertumbuhan ekonomi bisa tercapai,” tukas Margaretha.
