Supian Suri Resmi Pimpin Mabicab Pramuka Depok, Fokus Cetak Generasi Unggul dan Atasi Sampah

Home » Supian Suri Resmi Pimpin Mabicab Pramuka Depok, Fokus Cetak Generasi Unggul dan Atasi Sampah
Supian Suri Resmi Pimpin Mabicab Pramuka Depok, Fokus Cetak Generasi Unggul dan Atasi Sampah

TheDepokTimes – Penguatan kolaborasi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dan Gerakan Pramuka resmi dimulai setelah Wali Kota Depok Supian Suri dikukuhkan sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Depok masa bakti 2026–2031.

Momentum tersebut diharapkan menjadi langkah strategis dalam membina generasi muda sekaligus mendukung penyelesaian berbagai persoalan daerah, termasuk pengelolaan sampah.

Pelantikan Supian Suri sebagai Ketua Mabicab berlangsung bersamaan dengan pengukuhan Pengurus Cabang Gerakan Pramuka Kota Depok masa bakti 2026–2031 di Aula Serbaguna Gedung Dibaleka II, Balai Kota Depok, Jumat (31/7/2026).

Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Barat, Herman Suryatman.

Usai pelantikan, Herman menegaskan terdapat dua agenda besar yang menjadi fokus Gerakan Pramuka di Kota Depok.

Agenda pertama adalah menyiapkan generasi muda yang berkualitas sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan daerah.

“Ini momentum yang baik untuk banyak hal, terutama dua hal yang kami tekankan. Pertama, bagaimana Kota Depok menyiapkan kaum muda agar masa depannya jauh lebih baik,” ujar Herman.

Menurut Herman, Gerakan Pramuka memiliki posisi strategis dalam membina karakter generasi muda sejak usia dini, mulai dari golongan Siaga, Penggalang, Penegak hingga Pandega.

Kelompok usia tersebut dinilai akan menjadi penentu arah pembangunan Kota Depok pada masa mendatang.

“Ini memang jangka panjang, tetapi sangat prinsipil. Sejatinya kehidupan ini adalah titipan, dan tugas kita memberikan warisan terbaik untuk anak-cucu kita. Gerakan Pramuka menjadi salah satu jawabannya karena sangat concern terhadap tunas-tunas bangsa dan generasi muda, mulai dari Siaga usia 7 sampai 10 tahun, Penggalang 11 sampai 15 tahun, Penegak 16 sampai 20 tahun, hingga Pandega 21 sampai 25 tahun,” ungkap Herman.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah dan Gerakan Pramuka diyakini mampu melahirkan generasi muda berkarakter Pancawaluya.

“Bagaimanapun juga program pemerintah terbatas. Tapi kalau bahu-membahu dengan Pramuka, insya Allah kita bisa menyiapkan generasi muda yang Pancawaluya, yang memiliki lima kemuliaan, yakni Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer,” jelas Herman.

Selain fokus pada pembinaan generasi muda, Herman juga menyoroti persoalan sampah yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah di Jawa Barat, termasuk Kota Depok.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini terus mengembangkan berbagai solusi pengelolaan sampah, seperti pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), teknologi waste-to-energy, Refuse Derived Fuel (RDF), hingga insinerator.

Meski demikian, Herman menilai penyelesaian persoalan sampah tidak cukup hanya mengandalkan teknologi.

Perubahan perilaku masyarakat sejak dari rumah tangga dinilai menjadi kunci utama.

“Yang tidak kalah penting adalah bagaimana penanganan sampah dimulai dari rumah tangga, dengan mengurangi sampah, memanfaatkan sampah, dan mendaur ulang sampah,” ucap pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat tersebut.

Karena itu, ia mengajak Gerakan Pramuka Kota Depok mengambil peran aktif dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pengurangan, pemanfaatan, dan daur ulang sampah.

“Kami menghimbau Pak Wali, yang kebetulan juga Ketua Mabicab, dan Pak Wahid selaku Ketua Kwarcab, untuk menggerakkan adik-adik Pramuka di tingkat Siaga, Penggalang, Penegak, dan Pandega di Kota Depok agar bersama masyarakat memberikan edukasi tentang mengurangi, memanfaatkan, dan mendaur ulang sampah, sekaligus terjun langsung di tengah masyarakat,” tutur Herman.

Menurutnya, keterlibatan anggota Pramuka dalam kegiatan lingkungan juga menjadi sarana membentuk jiwa kepemimpinan dan meningkatkan kemampuan sosial mereka.

“Di satu sisi mereka membantu masyarakat. Di sisi lain, saat adik-adik Pramuka ikut mengolah sampah bersama masyarakat, pada saat itu mereka juga sedang mengasah kepemimpinan dan soft skill,” kata Herman.

Sementara itu, Wali Kota Depok Supian Suri menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ketua Kwarda Jawa Barat dalam kegiatan tersebut.

Ia menilai Gerakan Pramuka akan menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan visi Depok Maju.

“Kami juga sampaikan di beberapa forum bahwa cita-cita mewujudkan Depok Maju tidak lepas dari semangat kita bersama,” ujar Supian.

Supian berharap Gerakan Pramuka dapat berkontribusi dalam membantu pemerintah menyelesaikan berbagai persoalan daerah, mulai dari pengelolaan sampah, penghijauan melalui penanaman pohon, hingga pembinaan karakter generasi muda.

“Harapan kami, hadirnya Gerakan Pramuka bisa membantu mewujudkan cita-cita tersebut, menjadikan Depok semakin maju sekaligus membantu menyelesaikan berbagai permasalahan yang kita hadapi. Tadi juga disinggung soal sampah, dan itu memang menjadi salah satu persoalan utama yang kita hadapi,” tutur Supian.

Ia juga memastikan Kota Depok menjadi bagian dari program pengembangan pengolahan sampah menjadi energi listrik yang tengah dipersiapkan pemerintah.

“Program pengolahan sampah menjadi energi listrik ini bukan hal yang baru. Proses groundbreaking sudah berjalan, dan Depok menjadi bagian dari program tersebut sebagai batch kedua,” jelas Supian.

Menurutnya, proyek bersama Kota Bogor ditargetkan memasuki tahap groundbreaking pada 2027 dan mulai beroperasi pada 2028.

“Mudah-mudahan pada 2027 proyek bersama Kota Bogor sudah memasuki tahap groundbreaking. Kemarin Bogor dengan Bogor sudah, dan insya Allah pada 2028 sudah mulai berjalan,” ungkap Supian.

Selain proyek tersebut, Pemkot Depok akan terus menjalankan berbagai strategi penanganan sampah dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk Gerakan Pramuka.

“Sehingga harapan Pak Presiden juga menjadi harapan kita semua, termasuk masyarakat Kota Depok. Pada 2028 kita berharap Indonesia, termasuk Depok, sudah bebas sampah, sehingga kita bisa mewariskan kebaikan kepada generasi berikutnya tanpa lagi dibebani persoalan sampah,” tukas Supian.